Jumat, 08 Agustus 2008

Minuman Isotonik Bagi Pasien DBD

Minuman Isotonik Bagi Pasien DBD


Minuman isotonik mengandung berbagai mineral dan karbohidrat yang bisa membantu mengatasi hilangnya cairan dalam tubuh akibat keluarnya keringat. Minuman berion itu juga bermanfaat bagi penyakit yang penyembuhannya memerlukan pasokan cairan, seperti demam berdarah dengue (DBD). Itu disebabkan penderita DBD mengalami kebocoran plasma dalam darah sehingga memerlukan pasokan cairan yang banyak.

Dalam kondisi seperti itu, minuman isotonik bermanfaat memasok cairan yang dibutuhkan penderita, melengkapi terapi dengan cairan infus yang langsung diberikan ke pembuluh darah pasien.

Bagi para penderita diare yang banyak mengeluarkan cairan, minuman isotonik bisa membantu menyuplai cairan pengganti dan energi.

Meski demikian, terkadang ada orang-orang yang sensitif terhadap isotonik. Mereka malah justru mengalami diare setelah mengonsumsi minuman isotonik.

Selain itu, ada pula beberapa orang dengan penyakit tertentu yang tidak tahan dengan minuman isotonik. Penderita penyakit ginjal, misalnya, tidak boleh berlebihan menambah asupan mineral dari minuman isotonik, karena bisa memperparah penyakitnya. Demikian juga bagi orang-orang hipertensi, kelebihan natrium bisa berpengaruh pada meningkatnya tekanan darah.

Namun, Intan Laila, ahli gizi dari Klinik Medicare, Jakarta, menyebutkan bahwa minuman isotonik umumnya memiliki kandungan mineral yang relatif rendah. Karena itu, efek samping karena kelebihan mineral akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman isotonik jarang dan bahkan belum pernah terjadi.

Untuk lebih amannya, konsumen perlu mengamati label pada kemasan minuman isotonik sehingga bisa memperkirakan berapa persen kebutuhan mineral yang sudah tercukupi dari minuman tersebut dan berapa persen yang masih harus dipenuhi dari sumber makanan dan minuman lain. Misalnya, air kelapa. Air kelapa memiliki komposisi yang hampir sama dengan minuman isotonik. Air kelapa mengandung karbohidrat, protein, mineral, termasuk K, Na, Ca, dan Mg serta vitamin, yakni vitamin C dan vitamin B kompleks.

Obat Tetes Mata Bisa Picu Kebutaan

Obat Tetes Mata Bisa Picu Kebutaan


Anda termasuk orang yang sering menggunakan obat tetes mata? Hati-hati, perhatikan dengan seksama bahan-bahan pembuatnya.

Hindari obat tetes mata yang mengandung corticosteroid. Sebab, pemakaian sembarangan dan tanpa petunjuk dokter dapat menyebabkan penyakit glukoma yang bisa berujung pada kebutaan. Obat tetes mata dengan corticosteroid termasuk jenis obat keras, yang bisa berbahaya bila digunakan dalam jangka waktu lama.

Hal tersebut diungkapkan dokter spesialis mata Admadi Soeroso dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. "Glukoma merupakan sejenis kerusakan mata yang disebabkan tekanan cairan terlalu tinggi di dalam bola mata dan berdampak pada kerusakan sel retina maupun serabut saraf sehingga ruang penglihatan menjadi semakin sempit dan akhirnya buta," jelas Admadi.

Di Indonesia, kini penyakit glukoma merupakan penyebab kebutaan nomor tiga selain katarak dan refraksi. Menurut Admadi, salah satu penyebabnya adalah penggunaan obat tetes mata secara serampangan dan tanpa petunjuk dokter.

Admadi mengingatkan, glukoma pada umumnya tidak diawali gejala-gejala khusus. Bahkan glukoma kerap tanpa gejala sama sekali. "Sehingga dalam banyak kasus, glukoma baru terdeteksi setelah si penderita mengalami kerusakan mata serius," katanya.

Yang umum terjadi, tiba-tiba penderita glukoma mengalami penyempitan penglihatan dan akhirnya mengalami kebutaan. Bila penanganan telah terlambat, glukoma tidak mungkin lagi disembuhkan baik dengan pengobatan maupun operasi sekalipun. Penyebabnya, karena sel endotel trabekular meshwork-nya telah hilang.

Untuk mencegahnya, kita harus rajin memeriksakan tekanan bola mata ke dokter, khususnya bagi yang berisiko tinggi seperti penderita tekanan darah tinggi arterial dan para pengguna obat tetes mata.

(Keluargasehat/dila)

Keren. . . ! ! !

Foto Anak Kembar Jolie & Pitt Dihargai Rp127 Miliar

news
(Istimewa)

Inilah foto pertama anak kembar Brad Pitt dan Angelina Jolie, Knox Leon dan Vivienne Marcheline, yang baru lahir. Jolie-Pitt sepakat bagi rilis eksklusif foto pertama anak kembar mereka pada majalah People dan Hello! seharga USD14 juta atau setara Rp127.400.000.000.

Kamis, 07 Agustus 2008

Tanda segitiga produk plastik

1-PETE#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

kenapa?

Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
Ada juga yang berbahaya BAGI PARA PEKERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PENGOLAHAN PET ATAUPUN DAUR ULANGNYA PLASTIK PET,

Kenapa?

Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, bahan
Antimoni trioksida dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut.
Terkontaminasi senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami :
iritasi kulit dan saluran pernafasan.
Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
Untuk DIKETAHUI Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk :
serat sintetis (sekitar 60 %), di dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester
bahan dasar botol kemasan 30 %

2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.


3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.


4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.


5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.


6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.


7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu :

SAN – styrene acrylonitrile,
ABS - acrylonitrile butadiene styrene,
PC - polycarbonate,
Nylon

bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.


Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC), seluruhnya
memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai!
2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS)


Rabu, 30 Juli 2008










Ni gambar sebagian Anak-Anak Pejuang Lingkungan masa depan..